Pada dasarnya penyebaran landak mini banyak di temukan di benua Eropa, Asia, Afrika, dan Australia. Di tanah air kita, tidak ada endemic asli landak mini, yang ada justru landak jawa/hutan yang sudah saya jelaskan diatas. Sehingga jenis landak mini yang paling dominan dan sering disimpan sebagai hewan peliharaan di Indonesia, merupakan landak mini endemic Afrika yang telah diimport dan dikembangbiakkan dalam beberapa tahun ini.Landak mini pada habitat aslinya biasanya tinggal di daerah dataran, di daerah-daerah yang sering panas dan kering. Hidup soliter atau menyendiri pada kondisi normal, selain ibu-ibu dengan anak, dan pasangan selama perkawinan. Tiap individu dari mereka sering memiliki teritori wilayah tinggal/huni masing-masing dimana wilayah tersebut merupakan area basis pengembaraan hidup mereka. Betina landak mini lebih bersifat lembut, sering berbagi wilayah, meskipun tetap dalam kebiasaan terpisah. sedangkan untuk jantan, cenderung jauh lebih kuat/ketat dalam menjaga teritorinya, dan kurang toleran terhadap jantan-jantan lain yang menempati wilayah yang sama.Tampaknya landak mini, mendapatkan keuntungan dari para hewan lagi penggali lubang seperti kelinci, kelinci, musang, dan hewan penggali lainnya. Mereka sering menutup liang ini dengan rumput dan dedaunan, menciptakan sebuah ruang nyaman di mana mereka dapat tidur di siang hari. Landak merupakan hewan nokturnal, mereka berburu dan mengembara antara senja dan fajar. Gerakan lambat khas mereka, dan kecenderungan untuk menggulung menjadi bola adalah penyebab utama mereka ditakuti “predator”
LANDAK MINI cenderung menggulung, sebagai penyelamatan diri dari PREDATOR